Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan
Senyawa merupakan zat yang dibentuk oleh dua unsur atau lebih. Melalui reaksi kimia, senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya.
Contoh senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Air merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimianya, yaitu H20.Melalui reaksi kimia, air dapat diuraikan kembali menjadi hidrogen dan oksigen. Meskipun pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama berwujud gas, tapi saat mereka bersatu dan saling mengikat, wujudnya dapat berubah menjadi cair.Pemberian nama suatu senyawa dengan cara menuliskan nama unsur logam terlebih dahulu, diikuti nama unsur non logam dan diakhiri -ida.
Apabila senyawa terdiri atas unsur-unsur non logam, penamaan senyawa menggunakan awalan yang menyatakan jumlah atom unsur penyusun. Awalan yang digunakan adalah sebagai berikut:
Jumlah unsur 1 : Mono
Jumlah unsur 2 : Di
Jumlah unsur 3 : Tri
Jumlah unsur 4 : Tetra
Jumlah unsur 5 : Penta
Jumlah unsur 6 : Heksa
Jumlah unsur 7 : Hepta
Jumlah unsur 8 : Okta
Jumlah unsur 9 : Nano
Jumlah unsur 10 : Deka
Contoh penamaan senyawa:
- N2O3 (dinitrogen trioksida)
- NaCl ( natrium klorida)
- PCl5 (fosfor penta klorida)
Berdasarkan asal pembentuknya, senyawa digolongkan menjadi dua jenis, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.
1. Senyawa Organik
Senyawa organik berasal dari makhluk hidup atau dari proses fotosintesis. Senyawa ini terdiri dari unsur karbon (C) sebagai rangkaian utamanya.
Sifat senyawa organik tidak mudah larut air, namun akan larut jika dicampur dengan pelarut yang sifatnya organik juga. Selain itu, akibat unsur pembentuknya yang berupa karbon (C), senyawa organik cenderung akan mudah terbakar.
2. Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik berasal dari sumber daya mineral yang terdapat di bumi. Senyawa ini memiliki titik didih atau titik leleh yang relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa organik. Senyawa anorganik memiliki sifat mudah larut dalam air dan cenderung tidak mudah terbakar.
Contoh Senyawa Organik dan Anorganik
- Contoh senyawa organik: gula (C12H22011), alkohol (C2H3OH), dan urea (CO(NH2)2).
- Contoh senyawa anorganik: air (H2O), garam (NaCl), karbondioksida (CO2), CaCo3 (Kalsium Karbonat), NaOH (Natrium Hidroksida), dan SiO2 (Silikon Dioksida).
senyawa
Unsur merupakan salah satu jenis zat murni yang bermakna zat tersebut tidak dapat terurai menjadi lebih sederhana menggunakan reaksi kimia. Dikutip dari modul Ilmu Pengetahuan Alam (2017), unsur terbagi menjadi 3 bagian, yaitu unsur logam, unsur non logam, dan unsur semi logam (metalloid).
B. Simbol Unsur
Para ahi kimia juga menggunakan simbol atau lambang untuk menunjukkan perbedaan antara unsur kimia yang satu dengan yang lainnya. Ahli kimia sudah menemukan unsur sejak abad ke-9 dan unsur secara bertahap terus berkembang sampai abad ke-20. Unsur di alam dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur logam dan nonlogam. Contoh unsur logam ialah besi, emas, dan seng. Contoh unsur nonlogam ialah karbon, nitrogen, dan oksigen. Selain itu masih ada juga unsur yang bersifat semi logam. Berikut disajikan beberapa contoh unsur logam dan nonlogam yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari beserta lambangnya.
Unsur logam dan lambangnya
1. Aluminium dengan lambang Al
2. Aurum atau emas dengan lambang Au
3. Argentum atau perak dengan lambang Ag
4. Calcium atau kalsium dengan lambang Ca
5. Cuprum atau tembaga dengan lambang Cu
6. Ferrum atau besi dengan lambang Fe
7. Natrium atau natrium dengan lambang Na
8. Plumbun atau timbal dengan lambang Pb
9. Stannum atau timah dengan lambang Sn.
Unsur nonlogam dan lambangnya
1. Oxygen atau oksigen dengan lambang O
2. Hydrogen atau hidrogen dengan lambang H
3. Carbon atau karbon dengan lambang C
4. Sulphur atua belerang/sulfur dengan lambang S
5. Phosphorus atau fosfor dengan lambang P
6. Nitrogen dengan lambang N
7. Iodium atau iodin dengan lambang I.
Unsur diberi nama dengan menggunakan bahasa Latin berdasarkan penemu pertamanya atau tempat ditemukan unsur tersebut. Ahli-ahli kimia tidak membedakan penamaan unsur alamiah yang terdapat di alam ataupun unsur buatan. Beberapa unsur menggunakan nama untuk menghormati identitas penemunya ataupun tempat penemuannya.
Perbedaan unsur logam dan nonlogam
Unsur logam dan nonlogam memiliki perbedaan sifat fisika dan kimia. Berikut perbedaan sifat unsur logam dan nonlogam:
Logam :
1. Berwujud padat pada suhu kamar (kecuali raksa).
2. Dapat ditempa dan dapat diregangkan.
3. Konduktor listrik dan panas.
Nonlogam
1. Ada yang berwujud padat, cair, dan gas.
2. Bersifat rapuh dan tidak dapat ditempa.
3. Nonkonduktor, kecuali grafit.


